Jumat, 27 Maret 2009

Ciri-Ciri Mr. Right..

Setiap Anda bertemu keluarga atau teman-teman, ada saja yang bertanya, "Kapan menikah?". Alasannya, karena Anda dan Si Dia sudah lebih dari dua tahun berpacaran. Padahal Anda sendiri mungkin masih perlu mempertimbangkan, mampukah Anda hidup bersama dengan Si Dia hingga maut memisahkan? Untuk menilai benarkah ia Si "Mr. Right", simak tanda-tandanya, yuk!

1. Ia Pendengar yang Baik
Sebelum lelaki membuka hatinya untuk Anda, ia akan membuka telinganya kepada Anda terlebih dahulu. Lelaki yang ingin selalu dekat dengan Anda akan menjadi pendengar yang baik untuk Anda. Hal ini penanda bahwa ia mau memahami, peduli, dan concern kepada Anda. Artinya ia mau tahu apa yang menjadi perhatian Anda, baik itu senang atau sedih. Dia akan dengan senang hati mendengarkan Anda. Dia adalah orang yang bisa diandalkan untuk memberikan dukungan. Jika problem Anda cukup besar, dan Anda tidak mampu mengatasinya sendiri, bisa dipastikan dia akan berusaha sekuatnya untuk mencarikan Anda solusi.

2. Mengalir Begitu Saja
Hubungan Anda dengannya tidak pernah dipaksakan. Mengalir begitu saja. Kenyamanan yang Anda rasakan dengannya terjadi dengan mudah. Menurut pakar hubungan, selalu ada chemistry yang mengalir natural pada pasangan yang benar-benar cocok. Dengan mudah Anda berdua bisa melihat kelancaran hubungan itu, demikian pula orang-orang lain. Bukan hal aneh jika beberapa kali ada orang yang mengatakan pada Anda berdua, "Kalian pasangan yang cocok, deh!"

3. Tak Banyak Kompromi
Anda tak perlu banyak kompromi, bisa tampil apa adanya. Pasangan yang meminta Anda untuk berubah bukanlah pasangan yang diciptakan untuk Anda. Pada prinsipnya, pasangan yang sempurna adalah pasangan yang saling memelihara hubungan apa adanya. Mencintai kekasihnya dalam satu paket, lengkap dengan kelemahannya. Pasangan yang baik adalah pasangan yang mampu membuat kekasih hatinya merasa nyaman menjadi dirinya sendiri. Dia selalu memberi semangat dan dukungan agar Anda merasa baik dan menjadi lebih baik. Jika lelaki tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, maka dia tidak akan bisa membuat diri Anda nyaman menjadi diri sendiri.

4. Mempercayainya Sepenuh Hati
Ketika Anda mempercayai partner Anda, maka Anda membuka hubungan itu pada banyak kemungkinan. Tanpa kepercayaan, sebuah hubungan tak bisa tumbuh baik dan bukan tidak mungkin berkembang jadi "neraka". Mempercayai pasangan adalah meyakini bahwa apapun yang dia lakukan adalah yang terbaik, dan percaya bahwa dia melakukannya untuk kebaikan Anda. Rahasia membangun kepercayaan itu adalah dengan tidak mengharap dia menjadi manusia sempurna.

5. Memperkaya Hidup Anda
Tenggelam dalam cinta semestinya membuat seseorang produktif dan memiliki hidup yang lebih berkualitas. Mr. Right seharusnya memperkuat imajinasi Anda dan merangsang keinginan Anda. Dia akan selalu ada untuk Anda, mendorong, mendukung, dan membuat Anda makin semangat mewujudkan mimpi-mimpi dan keinginan itu. Bahkan ketika Anda punya keinginan kuat untuk mencapai sesuatu yang juga dia inginkan. Seorang laki-laki yang baik selalu meng-encourage dan mendukung Anda secara profesional, personal, dan spiritual.

6. Dialah Teman Terbaik
Dialah teman terbaik yang Anda miliki, sekalipun dia bukan kekasih Anda. Pasangan yang awet dan diciptakan untuk bersama adalah pasangan yang juga berteman baik. Mengapa begitu? Karena membangun hubungan percintaan bisa terjadi dalam satu malam. Namun, membangun sebuah persahabatan butuh waktu jauh lebih panjang, terjalin secara perlahan. Jika dia sungguh-sungguh teman yang baik, sangat cocok dengan Anda, memiliki kualitas pertemanan yang tinggi, maka dia adalah orang yang
fit dengan Anda. Dengan demikian, sekalipun kisah cinta itu berakhir, Anda berdua akan masih bisa berteman dengan baik.

7. Bermanja-manja pada Anda
Anda akan segera dapat membedakan kemanjaannya dengan kemanjaan anak kecil yang menyebalkan (
spoil). Dia mungkin merengek seperti anak kecil, menyandarkan kepalanya di pangkuan Anda sambil meringkuk. Semua itu untuk menunjukkan bahwa Anda adalah perempuan yang berbeda dibanding perempuan mana pun di dunia ini. Tindakannya yang demonstratif itu pun untuk menunjukkan bahwa Andalah ratu di hatinya. Dia pun akan memanjakan Anda seperti anak perempuan kecil. Memijatkan kaki Anda begitu ia mendengar Anda sedang lelah, atau mencarikan makanan ketika Anda lapar di malam hari. Anda melihat pancaran sayang yang besar di matanya, begitu juga di tindakannya.

8. Punya Nilai Sama
Sebuah hubungan yang harmonis adalah bila memiliki nilai yang sama. Anda berdua boleh saja memiliki kesamaan religi, latar belakang keluarga, kehidupan sosial, bahkan finansial. Namun, Anda berdua tidak akan bisa berjalan bersama jika tidak punya kesepakatan terhadap satu nilai yang sama. Kesamaan nilai inilah yang membuat Anda dan dia ingin hidup dan berkembang bersama-sama.

9. Bagian dari Dunianya
Ketika Anda bertemu dengan orangtua, keluarga, rekan kerja, sahabat-sahabatnya, Anda bisa merasakan dan melihat bagaimana sosoknya di tengah-tengah orang dekatnya. Pasti ada perbedaan ketika dia bersama orang-orang terdekatnya dengan ketika bersama Anda. Lelaki yang serius menjadikan Anda partner hidupnya tidak hanya akan menjadikan Anda bagian dari dunianya sendiri, tetapi juga orang-orang dekat, hobi, dan pekerjaannya. Dia adalah lelaki yang dengan tulus hati membuka diri apa adanya pada Anda. Termasuk membiarkan sahabat-sahabatnya meledek dia gila-gilaan di depan Anda.

10. Berkorban demi Anda
Tanpa menghitung, tanpa banyak menimbang, dia akan segera berkorban jika Anda dalam kesulitan. Dia juga akan dengan segera memberikan barang berharga miliknya jika Anda menginginkannya. Di saat itulah Anda akan tahu bahwa dia mencintai Anda dengan serius. Ini belum dihitung pengorbanan memakai waktu istirahatnya untuk menemani Anda, uang untuk investasi masa depan bersama Anda, dan masih banyak lagi. Dia tak lagi memikirkan kepentingannya sendiri.

Jika lima saja dari tanda-tanda ini sudah ada di diri pasangan Anda, bisa jadi ialah Si Mr Right yang selama ini Anda cari-cari. Ayo tersenyumlah, siapa tahu pada kencan berikutnya dia akan mengucapkan “pertanyaan” itu.

Selasa, 24 Maret 2009

Somnolentia..

Tik..tok..tik..tok..suara jarum jam membuat setengah kesadaranku menghilang. Aku tak bisa merasakan lagi kram yang mendera perut cekungku ini, aku tak merasakan apa-apa lagi. Bahkan aku tak dapat mengingat hari apa sekarang, kapan terakhir kali aku makan, aaah..aku amat merindukan sinar matahari!!!

“Bu, seperti apa rasanya memiliki seorang Ayah?” Pertanyaan itu melucur datar dari mulut seorang gadis kecil berkepang dua yang tengah duduk di teras rumah berpagar tinggi itu. “Seperti rasa permen lolipop ini ya Bu?” ujarnya lagi. “Kalau memiliki seorang Ibu, rasanya seperti apa?” wajahnya masih saja penasaran berharap mendapat jawaban yang memuaskan. Wanita paruh baya yang menemaninya bermain masih saja terdiam. Mulutnya terkunci, hanya tersirat senyum tipis di atas wajah ayunya. “Hmmm..pasti rasanya seperti saat Ibu membelikan aku boneka ini ya?” tukasnya seraya memeluk erat boneka beruang coklat berukuran besar itu di dadanya.

Tik..tok..tik..tok..aku tak pernah merasa segelap ini. Bukan hanya ruangan ini yang gelap, tapi juga seluruh tubuh dan pikiranku. Perlahan kuraba kedua mataku, mereka masih disana, lengkap, sama sekali tak bergesar ataupun lenyap. Tapi aku semakin merasa gelap dan terkubur di dalamnya…

Hari itu 23 Januari 1995, suasana Panti Asuhan Welas Asih tampak berbeda. Para penghuni menyiapkan sebuah pesta, tidak besar namun cukup hangat. Salah satu dari mereka hari ini akan mendapatkan orangtua angkat, mengawali tahun dengan harapan baru adalah hal yang patut dirayakan. Setiap anak tentu ingin merasakan berada dalam keluarga sesungguhnya, dimana terdapat Ayah dan Ibu di dalamnya. Raenilam Agnyaqanida, gadis kecil berusia 8 tahun yang memiliki rambut ikal kecoklatan, matanya bulat, bibirnya mungil, cantik sekali. Entah orangtua mana yang tega meninggalkan anak seperti itu di depan panti asuhan! Ibu Laras sang pemimpin panti mendekap erat tubuh kecil Nilam. Ia berusaha membisikkan nasehat terakhir sebelum melepas gadis kecilnya menuju kehidupan baru yang sesaat lagi tiba.

Sebuah sedan mewah terlihat berjalan menerobos udara Bandung yang sejuk. Sesaat kemudian mulai memasuki pekarangan panti. Seorang pria gagah keluar dari dalamnya, perlahan ia melepaskan kaca mata hitamnya seraya menghampiri Ibu Laras yang telah menanti di dalam. Pria itu bernama Lionel Cooper, WNA berusia 47 tahun yang bergerak dalam bisnis properti. Ia dan istrinya telah lama berencana mengadopsi seorang anak, namun sayang satu bulan yang lalu istri Lionel meninggal karena kecelakaan. Nmaun hal tersebut tidak membuat Lionel mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang Ayah. Nilam amat beruntung, karena mulai hari ini ia akan menjadi seorang anak yang tidak hanya akan dilimpahkan banyak harta tapi juga kasih sayang.

Tik..tok..tik..tok..waktu bergulir mambabi buta, menggerogoti keyakinanku untuk segera keluar dari ruang kelam tak berujung ini. Aku harus sadar!!! Aku harus hidup!!! Aku harus menang!!! Tik..tok..tik..tok..lagi-lagi bunyi itu menamparku, ya..aku harus sadar!!!

Nilam kecil telah enam bulan menempati rumah mewah di bilangan selatan Jakarta. Masih saja ia takut tipa kali membuka mata di pagi hari. Ia takut semua keindahan yang dilihat dan dirasakannya hilang dalam sekejap seiring dengan usainya mimpi indah dalam lelap. Senyumnya mengembang, ia tahu ini bukan mimpi. Lionel memperlakukan Nilam bagaikan seorang putri dan kini terasa amat nyata baginya. Bersekolah di tempat terbaik, makan makanan terbaik, memakai baju buatan toko terbaik, Nilam tak dapat meminta lebih lagi. Hari ini ulang tahunnya, Lionel menyiapkan pesta dengan sederet tamu yang dipastikan membawa kado-kado terbaik.

Di hidupnya yang menginjak tahun ke sembilan, Nilam merasa semakin paham tentang kebahagiaan. Bahwa Lionel adalah hadiah terbaik yang tak pernah dimintanya, namun itu saja tentu tak cukup. Pria yang kini dipanggilnya Daddy bahkan menjanjikan kado istimewa yang akanh diberikannya hari itu. Lionel menggandeng tangan mungil Nilam, saat tamu-tamu telah berlalu keluar dari rumahnya. Langkah mereka terhenti di depan pintu, ruang dimana Lionel menaruh kado istimewa yang tadi dijanjikannya. Nilam memeluk erat Lionel,. “Ini akan menjadi hadiah yang tak akan pernah kau lupakan,” bisik Lionel perlahan.

Tik..tok..tik..tok..lagi-lagi aku disadarkan.. Ayo berpikir!!! Jangan diam saja seperti mayat!!! Kau punya kaki, larilah!!! Kau punya tangan, lambaikanlah!!! Kau punya mulut, teriaklah!!! Jangan diam saja, kau bukan mayat!!!

Si cantik Nilam terlihat kurus, pipinya lebih tirus, matanya sedikit kuyu, waktu membuatnya bertambah tinggi, tak sekecil dulu lagi. Disampingnya terlihat seorang wanita berkacamata yang tengah memasukkan buku ke dalam tas kulit coklat di hadapannya, sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkannya sendiri di ruangan itu. Tarikan nafas pabjang menandai berakhirnya sesi private learning bersama Miss Joanna dalam minggu ini. Hari itu Lionel pulang tak selarut biasanya, Nilam tengah membereskan buku dan kertas yang berserakan di atas meja. Ia menggandeng tangan putri kecilnya, Nilam mengikuti langkah Lionel, kepalanya tertunduk.

Tik..tok..tik..tok..suara itu lagi-lagi menyemangatiku!!! Aku menggerakkan tubuhku…ini sangat nyata!!! Ya..aku bisa merasakan kembali kram pada perutku. Aku kelaparan!!! Aku mulai ingat hari apa sekarang, aku tahu mengapa bisa terperangkap disini, dengan sepiring nasi dan lauk basi yang membuatku muntah saat itu juga. Tik..tok..tik..tok..Aku harus bertahan!!!

Headline Harian “Jakarta Kini” Selasa, 19 Desember 2006

“7 Tahun Buron, WNA Pelaku Phedofilia dan Pornografi Anak Tertangkap”

Tik..tok..tik..tok..aku selalu mengira ada yang salah pada diriku, pasti ada yang salah!!! Tik..tok..tik..tok..aku tahui ada yang harus disalahkan!!! Tapi itu bukan aku!!! Tik..tok..tik..tok..aku bangga telah keluar dari ruang tak berujung ini. Aku bangga bisa berlari, melambai, bahkan berteriak!!! Aku bangga banyak jiwa-jiwa tak berdosa lainnya yang tak sempat merasakan betapa gelapnya duniaku.. Betapa palsunya sebuah keindahan.. Aku bangga telah menghapus nama Cooper di belakang nama indah pemberian Ibu Laras. Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..namaku Raenilam Agnyaqanida, usiaku bukan 9 atau 10!!! Aku 20 dan waktu terus berjalan untukku.. Tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..tik..tok..


Copy Right: Citra Andinna

Rabu, 16 Januari 2008

jogja itu meninggalkanku..

January 8th 2008.. (23:20:50)

ga akan pernah gue lupain..
orang yg slama ini jadi salah satu orang terdekat gw pergi gitu aja, tanpa alasan..

drop??? pasti lah..
seperkasa-perkasanya gue tapi tetep aja gue juga manusia yang bisa sakit..
"maaf, aq dah ga bs sama kamu lagi, jangan tanya kenapa tapi aq dah ga bisa"
cuma itu aja yang dia sampein, ga ada alasan yang keluar dari mulut dia, ga sedikit pun..

akhirnya rela ga rela gue tetep aja harus ngelepas dia yang selama 4 tahun 5 bulan ini kita sama-sama (entah d bwt dia waktu selama itu ada artinya ato ga???)
what can i say???
i obviously need a lot of time to heal from this kind of pain..

semua akan indah tepat pada waktunya,,fortunately i still believe that..